Kembali Untuk Pergi
Waktu itu. Sejak awal 'bertemu', sejak kejadian itu. Sudah sangat lama pemuda ini ingin sekali bertamu tuk memungut madu. Menyudahi pencarian, dan menjemput penantian. Waktu terus berlalu. Asa itu tumbuh semakin tak menentu. Dan tak terasa, satu tahun telah menemaninya dalam halu. Bersama desas-desus yang semakin tak bermutu. Dan sekarang. Mentalnya telah penuh terisi. Maka di sebuah malam yang sepi, tiba-tiba saja seorang diri pemuda itu telah berdiri kaku didepan daun gawang pintu, sebelum akhirnya ia memaksa telunjuk tangannya tuk 'mengetuk rumah'. Sekali pintu diketuk beriring salam, dan begitu cepat salam langsung tersambut pelan. Pintu terbuka, ramah berjabat tangan erat, dipersilahkan masuk. Ia masuk, lalu duduk. Setelah sekian lama ia menyimpan rahasia, dan selama itu juga ia memupuk mental untuk mendatangi rumahnya. Sekarang ia betul 'harus' mendatangi rumah itu. Rumah yang telah lama ingin sekali ia tuju. Sekarang ia ben...