Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

dua puluh sembilan

Sudah malam ke dua puluh sembilan, dan malam yang ke sembilan mereka sengaja mengganggu tidur malam. Di surau berselimut kabut malam itu para manusia masih terjaga. Tertunduk tenang 'membaca'. Terlihat sama, dalam 'perburuan' mereka berlomba. Namu n, apa yang sebenarnya mereka sedang cari di setiap malam hingga harus mempertaruhkan nyamannya dipan dan hangatnya pelukan? Apakah mereka semua sedang 'berburu' hal yang sama? Jawabnya, semua mengaku iya tersembunyi tidak. Maksudnya apa? Sebagian mereka terjaga sepenuh hati jujur berburu seribu bulan, seribu kebaikan yang dijanjikan. Sebagian kita terperosok salah jalur, berpenyakit hati berburu seribu pujian, mengharap sanjungan. Kasat mata mereka terlihat berlomba berusaha terjaga, dengan satu alasan yang sama : ليلة القدر. Namun kawan, perkara hati yang membuat semuanya menjadi sangat berbeda. Kemudian, sepandai apapun manusia menyelinap, Roqib dan Atid tidak akan pernah salah dalam mencatat. Mari mengoreksi ...